Kebalian: konstruksi dialogis identitas Bali

Menelusuri kembali konstruksi dialogis dari apa yang oleh para intelektual Bali disebut sebagai "kebalian", yang mereka anggap sebagai pohon, yang akarnya adalah agama, batangnya adalah adat, dan budaya sebagai buahnya. Gerakan perenungan identitas ini berawal dari penaklukan Pulau Bali dan integrasinya ke dalam pemerintah kolonial Hindia Belanda pada awal abad X.X. Gerakan ini hidup kembali setelah kemerdekaan Indonesia, ketika orang Bali harus berjuang keras agar agama mereka diakui oleh negara. Dengan begitu, para reformis Bali berhasil mendefinisikan identitas etnis mereka dalam kaitannya dengan agama Hindu, meskipun mereka harus merelakan agama mereka dirampas agar agama itu dapat diakui. Hinduisasi praktik-praktik keagamaan mereka ini telah menyulut konflik yang berulang antara orang Bali yang ingin melestarikan kekhasan tradisi leluhur mereka dan orang Bali yang berhasrat mereformasi tradisi leluhur ini, menyesuaikan dengan gagasan mereka tentang hinduisme.

No. Panggil W 39(594.61) PIC k
Judul Kebalian: konstruksi dialogis identitas Bali
Penulis Picard, Michel 
Mokoginta, Feybe (tr.)
Terbit Jakarta
Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun Terbit 2020
Edisi
Kolasi viii, 390 p; 24 cm.
ISBN 978-602-481-425-0
Bahasa Ind
Subjek Etnologi, Budaya, Antropologi, Adat istiadat, Tradisi, Hindu, Sejarah, Identitas budaya
Bali

Cara Penggunaan Buku

  1. Buku hanya dapat dibaca di Pusat Informasi Kompas (PIK).
  2. Operasional PIK setiap hari Senin-Jumat pukul 09:00-16:00.
Lupa Password
Silakan masukan alamat E-mail Anda. Kami akan mengirimkan password baru ke E-mail tersebut
Email
Set Ulang Sandi berhasil
Kata sandi telah berhasil dikirim ke alamat E-mail Anda.