Tahun
Hingga
Lokasi
Indonesia (64)
Jakarta (52)
Malaysia (12)
Surabaya (11)
Paris (10)
Lainnya
  • Bandung (9)
  • India (8)
  • Australia (7)
  • Bogor (5)
  • Semarang (5)
  • Kuala Lumpur (5)
  • Palembang (4)
  • New York (4)
  • Malang (4)
  • Brussels (4)
  • London (4)
  • Vietnam (3)
  • Thailand (3)
  • Guinea (3)
  • Cirebon (3)
  • Houston (2)
  • Laos (2)
  • Washington (2)
  • Leicester (2)
  • Madrid (2)
Menampilkan arsip Kompas hari ini lima tahun yang lalu.
Silakan masuk/daftar untuk mendapatkan arsip lebih lengkap.
Menemukan 152 data.

Semua calon pasangan kepala daerah yang bertarung di 19 kabupaten/kota di Jawa Timur umumnya memilih mendatangi warga. Sepanjang hari mereka umumnya memenuhi undangan dari 4 hingga 12 kelompok berbeda untuk mencari dukungan. Calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, misalnya, Minggu (22/11), mulai merangkul pendukung dalam kampanye. Pasangan pertama Abdullah Azwar Anas dan Yusuf Widiatmoko memilih bertemu dengan netizen di rumah pribadi Anas di Kecamatan Banyuwangi. Dalam pertemuan itu, Anas memaparkan program kerja untuk lima tahun mendatang jika ia terpilih kembali menjadi bupati. ”Salah satunya adalah memperluas jaringan internet. Kemajuan daerah sekarang tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga infrastruktur teknologi informasi,” kata Anas. (DEN; NIT; NIK; SIR)

KOMPAS(SBY) edisi Senin, 23 Nov 2015

Hal. 23
0
0
Rp4.000,00
Image

Harapan disampirkan pada pilkada serentak 2015 ini oleh penduduk Jawa Timur. Betul, Pemilu memang merupakan hak demokrasi rakyat, tetapi pemilu tetaplah merupakan sarana, bukan tujuan. Bagi Jatim saat ini, sama seperti daerah lain di Indonesia, hendaknya pilkada serentak menjadi sarana untuk menghasilkan produk pemerintahan yang produktif. Bukan sekadar pemerintahan populer, tetapi benar-benar pemerintahan yang bekerja. Ketika masih banyak persoalan kesenjangan pembangunan, dalam pilkada kali ini Jatim juga masih menghadapi problem pemusatan kekuasaan, atau oligarki, dengan beberapa turunan termasuk nepotisme. (Dody Wisnu Pribadi)

KOMPAS(SBY) edisi Senin, 23 Nov 2015

Hal. 23
1
0
Rp4.000,00
Image

Kota Semarang, Jawa Tengah, masih harus menghadapi persoalan utama rob dan banjir. Banjir rob disebabkan merembesnya air laut ke daratan akibat pengambilan air tanah yang tidak terkendali. Banjir rob justru paling bermasalah karena terjadinya kadang di musim kemarau. Subowo (50), warga Tambaklorok, Semarang Utara, bertutur, dalam 10 tahun terakhir, banjir rob masih kerap terjadi di perkampungan nelayan. Hanya saja, ketinggian genangan sudah berkurang, sedangkan warga berharap siapa pun wali kota terpilih, banjir rob bisa teratasi. ”Jalan lingkungan kampung selalu ditinggikan, tapi genangan rob terus meluas. Setengah tahun lalu, genangan banjir rob sampai 30 sentimeter. Kini, setelah dilakukan penggerukan sungai dan proyek polder, genangan turun 10 sentimeter,” ujarnya. Dia berharap wali kota terpilih pada 9 Desember 2015 nanti mampu bekerja keras menghilangkan banjir rob. (Winarto Herusansono; Amanda Putri Nugrahanti)

KOMPAS(SMG) edisi Senin, 23 Nov 2015

Hal. 23
1
0
Rp4.000,00
Image

Konstelasi politik Kota Semarang menjadi magnet tersendiri dalam pilkada serentak pada 9 Desember 2015. Selama tiga pemilu (2004, 2009, dan 2014), partai-partai nasionalis mendominasi kekuatan politik di Semarang. Pasangan calon nomor urut satu Soemarmo berpasangan dengan Zuber Safawi, politisi senior PKS, mantan anggota DPR periode 2004 sampai dengan 2014. Soemarmo sendiri berlatar belakang birokrat lokal yang membangun karier dari bawah hingga menjadi sekda. Pada Pilkada Kota Semarang 2010, Soemarmo berpasangan dengan Hendrar Prayudi (Hendi) yang diusung PDI-P dan memenangi pilkada. Namun, baru dua tahun menjabat, dia terjerat kasus suap APBD Kota Semarang. (MG Retno Setyowati)

KOMPAS(SMG) edisi Senin, 23 Nov 2015

Hal. 23
0
1
Rp4.000,00
Image

Dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Semarang, Mundjirin-Ngesti dan Nur Jatmiko-Mas’ud Ridwan, akan head to head dalam pilkada. Pertarungan dua pasangan calon ini sesungguhnya pertarungan antara dua warna politik Semarang, yaitu merah dan hijau. Dua warna yang mendominasi peta politik Kabupaten Semarang itu terwujud dalam format parpol koalisi PDI-P sebagai manifestasi ideologi warna merah (nasionalis) dan koalisi PKB/PPP sebagai manifestasi ideologi hijau (agamis). PDI-P merekomendasikan incumbent Bupati Semarang Mundjirin untuk kembali maju. Kali ini Mundjirin berpasangan dengan Ngesti Nugraha, anggota DPRD Kabupaten Semarang (2014-2019) dan Ketua DPC PDI-P Kabupaten Semarang. Selain PDI-P, pasangan Mundjirin- Ngesti (Mukti) juga diusung oleh PAN dan Gerindra. Sementara PKB yang berkoalisi dengan Golkar, Hanura, dan PKS mengusung pasangan Nur Jatmiko- Mas’ud Ridwan (Jati Mas). (MG Retno Setyowati)

KOMPAS(SMG) edisi Senin, 23 Nov 2015

Hal. 23
0
1
Rp4.000,00
Image
  • Image
  • Image

Pemerintah Banglades, Minggu (22/11), menjatuhkan hukuman mati kepada dua pemimpin oposisi karena terlibat dalam kejahatan perang selama perang kemerdekaan dengan Pakistan. Mereka dihukum gantung dan setelah eksekusi tersebut, pemerintah memperketat keamanan di seluruh negeri karena khawatir akan dampak eksekusi yang bisa memicu kerusuhan. Menteri Kehakiman Bangladesh Anisul Huq mengatakan, dua pemimpin oposisi, yakni Ali Ahsan... (LOK)

KOMPAS(Nasional) edisi Senin, 23 Nov 2015

Hal. 10
2
0
Rp4.000,00

Sekitar 100 orang tewas dalam bencana tanah longsor di area tambang batu giok (jade) di wilayah utara Myanmar, Sabtu (21/11). Pejabat Myanmar, kemarin, mengatakan, tim penyelamat terus melanjutkan pencarian jenazah para petambang yang tertimbun tanah longsor tersebut.Ini merupakan bencana terbesar yang menghantam industri tambang batu giok di Myanmar. Mereka yang tewas diperkirakan petambang gelap yang mengais... (LOK)

KOMPAS(Nasional) edisi Senin, 23 Nov 2015

Hal. 10
0
0
Rp4.000,00

Kecelakaan kerja terjadi di pinggir Jalan Raya Imam Bonjol, Desa Sukadanau, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (21/11) sekitar pukul 14.00. Dalam kecelakaan ini, Ahmad (19), asal Brebes, Jawa Tengah, meninggal setelah tersetrum listrik tegangan tinggi dan lima temannya, yaitu Dastim (36), Didi (15), Tohirin (26), Hendra (25), dan Sakim (40), menderita luka bakar. Berdasarkan keterangan saksi yang juga rekan korban,... (MDN)

KOMPAS(Nasional) edisi Senin, 23 Nov 2015

Hal. 26
0
0
Rp4.000,00

Pendukung klub asal Belgia, KAA Gent, dilarang berangkat ke Perancis untuk menonton pertandingan KAA Gent melawan Lyon dalam babak penyisihan Grup H Liga Champions di Lyon, Perancis, Selasa (24/11). Peningkatan standar keamanan di beberapa negara Eropa, termasuk Perancis dan Belgia, akibat serangan Paris pada 13 November menjadi salah satu alasan pelarangan itu. (IYA)

KOMPAS(Nasional) edisi Senin, 23 Nov 2015

Hal. 28
0
0
Rp4.000,00

Mantan juara dunia tinju kelas berat Lennox Lewis mengatakan, Vladimir Klitschko perlu mengejar gelar juara dunia versi WBC agar bisa dianggap sebagai juara dunia sejati di kelas berat. Saat ini, raksasa asal Ukraina berusia 39 tahun itu baru memegang sabuk juara dunia kelas berat versi IBF, WBA, dan IBO. ”Dia perlu merebut semua sabuk juara. (BSW)

KOMPAS(Nasional) edisi Senin, 23 Nov 2015

Hal. 28
0
0
Rp4.000,00
Lupa Password
Silakan masukan alamat E-mail Anda. Kami akan mengirimkan password baru ke E-mail tersebut
Email
Set Ulang Sandi berhasil
Kata sandi telah berhasil dikirim ke alamat E-mail Anda.