Tahun
Hingga
Lokasi
Indonesia (71)
Jakarta (58)
Malaysia (10)
Bandung (9)
Thailand (9)
Lainnya
  • New York (7)
  • Surabaya (7)
  • Bogor (6)
  • Paris (5)
  • India (4)
  • Semarang (4)
  • Makassar (3)
  • London (3)
  • California (3)
  • Vietnam (3)
  • Australia (2)
  • Bangkok (2)
  • Malang (2)
  • Magelang (2)
  • Italy (2)
  • Cirebon (2)
  • Probolinggo (2)
  • Taiwan (2)
  • Virginia (2)
  • Germany (1)
Menampilkan arsip Kompas hari ini lima tahun yang lalu.
Silakan masuk/daftar untuk mendapatkan arsip lebih lengkap.
Menemukan 146 data.
Image

Penulis: Fandy Hutariu Penerbit: Insistpress, 2011 ISBN: 979-602-838444-5 Indonesia dikenal memiliki banyak ragam seni tradisional. Hampir setiap daerah memiliki keunikan budaya lokal masing-masing, mulai dari seni pertunjukan, seni tari, hingga berbagai macam permainan. Salah satu daerah yang banyak memiliki ragam seni budaya tradisional adalah Jawa Barat. Buku kumpulan esai ini berupaya mengingatkan sekaligus mengajak menelusuri jejak-jejak sejarah... (AFN)

KOMPAS(Nasional) edisi Jumat, 23 Sep 2016

Hal. 26
1
0
Rp5.000,00

Pesawat tanpa awak milik Soviet, Luna 16, berhasil mendarat di Bulan, mengambil batu-batuan dan kembali ke Bumi. Semuanya dikendalikan dari Bumi. Meskipun belum menyamai kemampuan Amerika Serikat untuk mendaratkan manusia di Bulan, Soviet telah berhasil melaksanakan tugas pokok yang dilakukan oleh astronot-astronot Apollo, yakni mengumpulkan batu-batuan dari Bulan. Dalam misi ini, tidak ada jiwa manusia yang dibahayakan.

KOMPAS(Nasional) edisi Jumat, 23 Sep 2016

Hal. 01
0
0
Rp5.000,00
Image

Berawal dari falsafah ”telanjur basah” memperjuangkan keadilan bagi perempuan dan anak korban kekerasan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Henny Setyowati (47) terjun sekalian ke dunia yang sepi itu. Ia setia berkubang dalam problematika sosial kaum pinggiran. Sorot matanya tajam, gerak tubuhnya gesit, bicaranya lantang dan blakblakan, khas warga pesisir. Ia kian menggebu-gebu saat pembicaraan masuk ke soal... (Gregorius Magnus Finesso)

KOMPAS(Nasional) edisi Jumat, 23 Sep 2016

Hal. 16
1
0
Rp5.000,00
Image
  • Image
  • Image

Indeks negara hukum Indonesia 2015 naik 0,14 persen dibandingkan pada 2014. Namun, kenaikan itu diwarnai penurunan signifikan dua indikator krusial, yakni perlindungan hak asasi manusia dan legalitas formal. Jika dibiarkan, penurunan akan terus terjadi. Ada lima indikator yang digunakan oleh Indonesia Legal Roundtable (ILR) untuk menentukan angka indeks negara hukum yang hasilnya dirilis... (REK; NDY; HAR)

KOMPAS(Nasional) edisi Jumat, 23 Sep 2016

Hal. 03
1
1
Rp5.000,00

Pemimpin sejumlah negara setuju untuk memperketat penggunaan antibiotik. Hal itu disebabkan penyalahgunaan antibiotik memicu mikroba kebal obat dan penyakit semakin sulit ditangani. Persetujuan itu dicapai pada pertemuan pimpinan sejumlah negara di sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Anita Yossihara dan Kris Mada, Rabu (21/9) malam waktu setempat, dari New York, Amerika Serikat. ”Mikroba... (Anita Yossihara; Kris Razianto Mada)

KOMPAS(Nasional) edisi Jumat, 23 Sep 2016

Hal. 14
0
0
Rp5.000,00
Image

Menkumham Yasonna H Laoly (tidak tampak) melantik 231 anggota Majelis Kehormatan Notaris Wilayah se-Indonesia di sela-sela Rapat Koordinasi Majelis Kehormatan Notaris, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (22/9). Pembentukan badan ini bertujuan melindungi notaris dalam proses hukum. (M Risyal Hidayat)

KOMPAS(Nasional) edisi Jumat, 23 Sep 2016

Hal. 04
1
0
Rp5.000,00

Pernyataan Presiden AS Barack Obama bahwa sekitar 50 negara berjanji akan menampung seki- tar 360.000 pengungsi, pada ta- hun 2017, sungguh melegakan. Memang, secara jujur harus dikatakan, belum sepenuhnya melegakan. Mengapa? Oleh karena jumlah pengungsi yang belum akan tertampung jauh lebih banyak. Saat ini, ada sekitar 65 juta warga sipil yang lari dari negara mereka karena perang dan penganiayaan. Jumlah tersebut termasuk 21,5 juta orang yang oleh Perserikatan...

KOMPAS(Nasional) edisi Jumat, 23 Sep 2016

Hal. 06
0
0
Rp5.000,00
Image
  • Image
  • Image

Pahlawan nasional IJ Kasimo berkobar semangatnya setelah membaca pamflet yang dibuat Van Lith tahun 1922. Selebaran itu menyerukan kepada rakyat pribumi untuk mengangkat senjata melawan penjajahan Belanda. Ada tiga pahlawan nasional lain yang kesadaran politik mereka terbuka karena model pendidikan Van Lith, antara lain Laksamana Muda Yos Sudarso yang gugur di Laut Aru saat berperang melawan Belanda. Lalu, ada Monsinyur... (SIG; ABK; C09)

KOMPAS(Nasional) edisi Jumat, 23 Sep 2016

Hal. 11
2
0
Rp5.000,00

Serat Centhini, salah satu kitab sastra dari Keraton Surakarta, menjadi bahasan utama dalam Borobudur Writers and Cultural Festival yang berlangsung pada 5-8 Oktober 2016 di Yogyakarta, DI Yogyakarta, dan Magelang, Jawa Tengah. Para penulis dan peneliti dengan berbagai sudut pandang akan membahas ensiklopedia Jawa tersebut.Festival tahunan yang memasuki tahun ke-5 ini mengambil tema ”Setelah 200 Tahun Serat... (C09)

KOMPAS(Nasional) edisi Jumat, 23 Sep 2016

Hal. 12
0
0
Rp5.000,00
Image
  • Image
  • Image

Kepala Museum Aceh Junaidah Hasnawati menjelaskan isi naskah kuno yang ditampilkan dalam Pameran Temporer Naskah Kuno Aceh bertema ”Tempo Dulu Orang Aceh Pintar”, di Museum Aceh, Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (22/9). Pameran digelar guna mengembalikan budaya dan merangsang minat menulis masyarakat. Pameran diselenggarakan pada 22 September-22 Desember 2016, dengan menampilkan 50 naskah dari 1.700 koleksi naskah milik museum. (Adrian Fajriansyah)

KOMPAS(Nasional) edisi Jumat, 23 Sep 2016

Hal. 12
2
0
Rp5.000,00
Image
  • Image
  • Image
  • Image

Lifter putri Jateng, Diah Ayu Permatasari (21), berusaha menahan tangis saat naik podium juara dan menerima medali emas. Capaian ini baginya memiliki makna mendalam karena mampu mewujudkan cita-cita almarhum ayahnya.”Emas ini untuk almarhum bapak saya, Susanto. Dia pernah bercita-cita anaknya bisa naik podium pertama dan meraih emas di PON,” ujarnya sambil menggenggam kepingan medali emas, di Kompleks Olahraga Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten... (TAM)

KOMPAS(Nasional) edisi Jumat, 23 Sep 2016

Hal. 31
3
0
Rp5.000,00
Image
  • Image
  • Image
  • Image

Cornelis de Houtman terperangah saat menyaksikan tata kota Banten Lama. Perintis kolonialisme Belanda itu melihat Banten Lama bak Amsterdam, kota pelabuhan termodern di dunia pada masanya. Padahal, Banten Lama saat itu masih amat jauh dari sentuhan Eropa sebagai pusat peradaban dunia. Kota itu adalah citadel, wilayah yang dikelilingi benteng tempat bersemayam sultan-sultan Banten. Wilayah itu terletak di Kota Serang,... (Bayu Dwi Radius; Dwi Bayu Radius)

KOMPAS(Nasional) edisi Jumat, 23 Sep 2016

Hal. 24
2
1
Rp5.000,00

"We already have the Internet. It was our companies that created, developed and perfected it. European companies, who as you know cannot compete with our Internet, are trying to build a barrier." This is a statement made by President Barack Obama, as quoted by The Financial Times in its February 16 edition in response to the European Union attitude of busily blockading the business expansion of digital corporations in Silicon Valley, California. (Agus Sudibyo)

KOMPAS WEB edisi Jumat, 23 Sep 2016

0
0
Rp5.000,00
Image

Having lived peacefully for a long time in an area prone to natural disasters, the residents of Ciherang village in the West Java district of South Sumedang were struck by a landslide on Tuesday (20/9/2016). Yet, amid all the grief, there is hope for a brighter future. The hard face of Wawan Setiawan (30) turned frail when raindrops started wetting the laterite around his house in Cimareme, Ciherang village, Thursday afternoon (22/9/2016). (Cornelius Helmy; Samuel Oktora)

KOMPAS WEB edisi Jumat, 23 Sep 2016

1
0
Rp5.000,00
Image

Dialogue is the main prerequisite for peace when there is no peace in the world. The meeting point between the world’s religions needs to be aimed toward a single humanity with a collective goal and collective responsibility. This message was brought home by Indonesian Ulema Council (MUI) advisory board chief and former Muhammadiyah chair Din Syamsuddin from his participation in the Dialogue on Religion and Culture meeting in Assisi, Italy. “A religious perspective with a humane face should be presented by everyone. We need to fight physical violence, verbal violence, capital violence and state violence,” he said upon arriving in Jakarta on Thursday (22/9/2016). (MAM; BEN; ATO; NAW)

KOMPAS WEB edisi Jumat, 23 Sep 2016

1
0
Rp5.000,00
Image

Bank Indonesia cuts its reference rate, the BI 7-day Reverse Repo, from 5.25 percent to 5 percent. This monetary policy is expected to help strengthen government policy to encourage national economic growth. The decision to cut the reference rate was made at a Bank Indonesia board of governors’ meeting in a two-day meeting that ended Thursday (22/9/2016). In line with efforts to keep a symmetrical interest-rate corridor, the deposit facility (DF) and lending facility (LF) rate dropped 25 basis points each to 4.25 percent and 5.75 percent respectively. (HEN; JOE)

KOMPAS WEB edisi Jumat, 23 Sep 2016

1
0
Rp5.000,00

Four political parties have reportedly agreed to back Agus Harimurti Yudhoyono, the first-born son of Democratic Party chair Susilo Bambang Yudhoyono, as a gubernatorial candidate in next year’s Jakarta elections. The four parties are the Democratic Party, the National Mandate Party (PAN), the National Awakening Party (PKB) and the United Development Party (PPP). However, the final decision is still up in the air as registration for candidates for Jakarta governor and deputy governor will only close on Friday (23/9/2016) night. (AGE; C11; C05; MKN; HLN; WHO; ESA; FLO; KOR; AIN; BAY; WER; FRN; WIE; GRE)

KOMPAS WEB edisi Jumat, 23 Sep 2016

0
0
Rp5.000,00

Of course we do not expect flash floods to happen in the dry season. However, Garut and Sumedang have experienced such a disaster. Heavy rains lasting for three hours caused the Cimanuk River and its tributary, Cikamiri River, to heavily overflow. As a result, seven districts and 17 villages/sub-districts in Garut regency, West Java, were hit by flash foods. As of yesterday, 23 people were reported to have died and 22 others had been declared missing. Aside from that, 59 others were injured.

KOMPAS WEB edisi Jumat, 23 Sep 2016

0
0
Rp5.000,00
Image

The flash flood in Garut, West Java, was triggered by rampant conversion of land upstream of the Cimanuk River into vegetable and cash crop farms, sand mines and tourism areas. The land conversion has become increasingly uncontrollable. As seen on a 2015 satellite image of the Cimanuk River watershed, the entirety of the headwaters is red. This means that there are no trees standing in the area. This was revealed by West Java Regional Environmental Management Agency head Anang Sudarna when he attended the visit of Social Affairs Minister Khofifah Indar Parawansa to the location of flash flood evacuees at the Military Regional Command (Korem)/Tarumanegara 062 headquarters, Garut, Thursday (22/9/2016). The minister was accompanied by West Java deputy governor Deddy Mizwar. (SEM; CHE; DMU; BAY; NAD; JOG)

KOMPAS WEB edisi Jumat, 23 Sep 2016

1
0
Rp5.000,00

Koalisi Kekeluargaan yang dibangun untuk menantang petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat akhirnya pecah.

KOMPAS WEB edisi Jumat, 23 Sep 2016

0
0
Rp5.000,00
Lupa Password
Silakan masukan alamat E-mail Anda. Kami akan mengirimkan password baru ke E-mail tersebut
Email
Set Ulang Sandi berhasil
Kata sandi telah berhasil dikirim ke alamat E-mail Anda.