Tahun
Hingga
Lokasi
Indonesia (40)
Jakarta (32)
Surabaya (7)
Bandung (6)
Bogor (5)
Lainnya
  • Australia (4)
  • Makassar (4)
  • London (4)
  • Semarang (4)
  • Thailand (4)
  • Barcelona (3)
  • Haiti (3)
  • Malang (3)
  • Vietnam (3)
  • Argentina (2)
  • Austria (2)
  • Los Angeles (2)
  • Libya (2)
  • Malaysia (2)
  • Milan (2)
  • New York (2)
  • Palembang (2)
  • San Francisco (2)
  • Turin (2)
  • Tripoli (2)
Menampilkan arsip Kompas hari ini lima tahun yang lalu.
Silakan masuk/daftar untuk mendapatkan arsip lebih lengkap.
Menemukan 94 data.
Image
  • Image
  • Image

Bermula dari lembar koran, sekarang merasuk dalam genggaman. Itulah perkembangan terkini dari salah satu permainan kata paling populer di dunia, teka teki silang alias TTS. Anda tak lagi membutuhkan pensil dan penghapus untuk mengisi kolom-kolom jawaban. Cukup klik! Akhir Desember lalu, Firmansyah Aditya Pratama (23) jatuh sial. Setelah tiga kali naik turun atap rumahnya di Surabaya demi mengutak-atik antena televisi, layar kacanya tetap... (Aryo Wisanggeni G)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 18
2
0
Rp4.000,00
Image

Dapur Bibap bukan sekadar tempat memasak, melainkan tempat memproduksi kreativitas yang mengolah seni dulu dan kini sehingga tampil menjadi sajian yang sangat menghibur sejak tirai dibuka sampai lampu panggung redup. Bibap adalah pertarungan antara dua koki atau chef, yakni Chef Hijau dan Chef Merah. Keduanya harus memasak serangkaian menu, yakni sushi, piza, mi ayam, dan bibimbap untuk memperebutkan gelar juara di akhir pertunjukan. Mereka... (Sri Rejeki)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 26
1
0
Rp4.000,00
Image

Imlek itu merah. Erica itu merah. Keduanya bertemu dalam irisan utuh sebagaimana tampak pada pameran lukisan bertajuk The Colours of Feast di Kemang 58 Gallery, Jakarta. Pameran dibuka Senin (16/2) dan berakhir pada 8 Maret 2015. Erica Hestu Wahyuni (44) memajang 14 lukisan penuh warna sebagaimana ciri khasnya. Lukisan-lukisan tersebut sekaligus menandai tahap-tahap kematangan serta keberanian Erica untuk keluar dari kebiasaan melukisnya.... (Mohammad Hilmi Faiq)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 26
1
0
Rp4.000,00
Image

Puisi-puisi Godi Suwarna menubuh menjadi sebuah pertunjukan kontemporer yang menyuguhkan adegan, pesona bunyi, dan kekuatan syair berbahasa Sunda dan Inggris. Kolaborasi Godi dan sutradara Sandra Fiona Long membuktikan selalu ada kemungkinan baru memanggungkan sastra. Godi Suwarna muncul dari panggung, berlari tergopoh-gopoh menghampiri Mal Webb yang duduk diam di sudut. Sang penyair, Godi, menyeret Webb memasuki sebidang... (Aryo Wisanggeni G)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 26
1
0
Rp4.000,00
Image

Burung camar itu tetap memesona. Suaranya lincah mengalir, gayanya masih centil. Vina bergaun hitam lengan panjang. Di dadanya terukir lambang hati besar merah menyala. Dengan menyala pula Vina menyanyikan lagu ”Di Dadaku Ada Kamu”. Begitulah Vina Panduwinata (55) tampil di depan sekitar 200 tamu Hotel Mulia dalam acara ”Rekindle Romance with Vina Panduwinata”, pekan lalu. Vina membuka penampilan dengan ”Sungguh” dari album WOW keluaran tahun... (MOHAMMAD HILMI FAIQ)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 29
1
0
Rp4.000,00
Image

Film ”thriller” politik meramaikan layar perfilman kita. Sutradara Rahabi Mandra dan Hanung Bramantyo menjadikan momentum Pemilihan Umum 2014 untuk membuat film konspirasi politik jegal-menjegal calon presiden. Wajah lelaki yang tengah bertamu itu mengernyit, melihat daun pintu unit apartemen itu tak terkunci. Perlahan ia membukanya. Si tamu memasuki unit apartemen itu, berhadapan dengan ruang tamu yang kosong. Ia melihat sepucuk pistol yang... (ARYO WISANGGENI G)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 29
1
0
Rp4.000,00
Image

Rasa bersalah karena hilangnya sang adik dan ayah, membuat Yoon Deok-soo tumbuh menjadi sosok yang ulet sekaligus keras. Sepanjang hayat, Deok-soo dihantui pesan sang ayah. Ia pun mengabdikan hidup demi memenuhi janji menjadi kepala keluarga menggantikan ayahnya. Di bawah guyuran hujan salju, Deok-soo yang masih anak-anak harus berlari sambil menggendong adiknya, Young Mak-soon, karena ayah dan ibunya juga harus menggendong masing-masing satu anak balita.... (SRI REJEKI)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 29
1
0
Rp4.000,00
Image
  • Image
  • Image

Yoga klasik membuka jalan hidup baru bagi Riana A Singgih (47). Belajar ke Amerika Serikat untuk menjadi pebisnis, ia justru terpikat iyengar yoga. Lalu dalam yoga, ia menemukan tantangan baru yang menuntun langkahnya menuju tanah India. Keseimbangan menjadi kunci utama menjalani hidup bagi guru senior sekaligus pendiri Iyengar Yoga Indonesia dan Singapura ini. Riana telah hidup bersama yoga selama lebih dari 25 tahun. Ia pernah tiga tahun menimba ilmu... (Mawar Kusuma)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 17
2
0
Rp4.000,00
Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image

Setiap zaman melahirkan lagu anak-anak. Era 1960-an termasuk masa di mana lagu anak digarap serius oleh tokoh penting. AT Mahmud, Jamalus, Nurbaiti, Adikarso, bahkan Mochtar Embut dan Jack Lesmana, ikut membidani lahirnya lagu anak. ”Hari Minggu, hari Minggu ke Pasar Ikan/ Dengan ayah dengan ibu beserta paman/ Kulihat ikan di dalam kolam/Berbisik-bisik memberi salam ...” Itulah lagu ”Ke Pasar Ikan” gubahan Nurbaiti yang dibawakan Paduan Suara... (XAR)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 30
5
0
Rp4.000,00
Image

Di era digital, gawai ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, ia memberikan banyak manfaat. Namun, di sisi lain, gawai perlu diwaspadai penggunaannya, terutama pada anak-anak dan remaja. Seorang ibu tiga anak di Jakarta terdengar bergetar menahan tangis saat berkisah tentang anak bungsunya di depan peserta seminar ”Tantangan Mendidik Anak di Era Digital”, Selasa (27/1), di Aula Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta. Anak dari... (DWI AS SETIANINGSIH)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 30
1
0
Rp4.000,00

Komitmen polisi untuk menyelesaikan kasus penganiayaan wartawan harian Radar Bekasi, Randy Yasetiawan Priogo (27), ditunggu banyak pihak. Meskipun Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota telah menangkap dua penganiaya Randy, tetapi diyakini otak penganiayaan itu masih bebas. Dua pelaku penganiayaan Randy, yakni Muchlis Tamnge dan Pengli, ditangkap petugas Polresta Bekasi Kota di Jalan Raya Kartini, Bekasi, Jumat (20/2)... (HARRY SUSILO)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 03
0
0
Rp4.000,00
Image

Sebanyak 5.000 pohon dari berbagai jenis tanaman kayu dan buah, termasuk pohon langka dan endemik Jawa Barat, Sabtu (21/2), siap ditanam di Daerah Aliran Sungai Ciliwung, khususnya di kawasan hulu di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Penanaman 5.000 pohon itu berkat kerja sama antara Paguyuban Budiasi, Bank BNI, dan PT Korindo. Ketiganya menandatangani kerja sama penghijauan Daerah... (RTS; HAR)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 03
1
0
Rp4.000,00

Dalam tulisan terdahulu sudah dibahas perihal membuat rencana keuangan pribadi dari sisi penerimaan. Bagaimana dengan aspek pengeluaran, investasi, dan lainnya? Pengeluaran dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Pengeluaran primer untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar: makanan, pakaian, rumah, kesehatan, dan transportasi. Setiap orang kebutuhan dasarnya sama.... (Elvyn G Masassya)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 11
0
0
Rp4.000,00

Sudah sejak sembilan bulan ini saya (39) mengalami rasa tak nyaman di daerah ulu hati. Semula saya mengira gejala ini hanya gejala sakit lambung biasa. Setelah beberapa kali berkonsultasi, akhirnya dokter menemukan bahwa di kandung empedu saya terdapat beberapa batu. Untuk sampai ke kesimpulan tersebut, saya telah menjalani beberapa pemeriksaan, seperti pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan rekaman jantung, sampai dengan pemeriksaan... (Samsuridjal Djauzi)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 11
0
0
Rp4.000,00
Image

Interaksi sosial yang penuh prasangka. Itulah potret hubungan antar sub-etnik masyarakat Buton, khususnya antara kelompok Wolio dan orang Katobengke di Kota Bau-Bau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Golongan Wolio sering... (PTU)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 12
1
0
Rp4.000,00
Image

Biang kerok pemanasan global tak bisa lepas dari kapitalisme. Berbagai kesepakatan untuk mencegah kerusakan bumi telah dirintis, tetapi pada kenyataannya kapitalisme justru leluasa mengikis bumi. Perubahan iklim tidak semata bisa diatasi hanya dengan mengurangi polusi, tetapi perlu mengubah fondasi sistem ekonomi dan pola pikir kita. Kuncinya adalah mengekang kekuasaan korporasi, membangun perekonomian lokal, dan menegakkan demokrasi agar kepentingan bersama menjadi prioritas. Saat ini bumi dalam kondisi perang melawan paham kapitalis. Dalam kasus di Yunani, kapitalisme mempecundangi upaya pelestarian lingkungan. Yunani, yang tengah dilanda krisis ekonomi, hanya punya satu jalan keluar, yakni merelakan laut mereka yang indah tunduk terhadap eksplorasi minyak dan gas yang berisiko tinggi terhadap pencemaran. Kemenangan kapitalisme juga terjadi di Istanbul, Turki, di mana taman-taman asri kalah oleh kepentingan pemodal yang membangun pusat-pusat perbelanjaan. Isu-isu pemanasan global ini secara jeli diangkat oleh Naomi Klein, jurnalis sekaligus aktivis lingkungan. Buku ketiganya tentang lingkungan setelah The Shock Doctrine dan No Logo ini membawa pandangan optimistis bahwa kita masih punya kesempatan untuk menyelamatkan bumi. Kebutuhan manusia semakin bertambah, sementara sumber daya bumi terbatas dan terus dieksploitasi. Untuk itu perilaku konsumtif harus diubah atau bumi kita yang akan berubah. Sebagai solusi alternatif, Klein membahas berbagai upaya teknis yang dapat dilakukan untuk mereduksi pemanasan global menggunakan skema geoengineering, konsep memanipulasi iklim bumi untuk melawan efek pemanasan global. Salah satu ide yang diangkat adalah meredupkan matahari menggunakan balon helium yang menyemprotkan sulfat. Tetesan sulfat dan partikel aerosol akan mencerminkan kembali energi matahari ke angkasa, mencegah pemanasan bumi. Metode ini telah diuji coba saat terjadi erupsi gunung berapi. (IGP/LITBANG KOMPAS) (IGP)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 12
1
0
Rp4.000,00
Image

Eksistensi partai politik pasca Orde Baru dianalisis dalam dua pendekatan utama yakni perspektif institusional dan perspektif kartel. Perspektif institusional digunakan untuk melihat dinamika perkembangan pelembagaan partai politik. Sementara perspektif... (Wasisto Raharjo Jati)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 12
1
0
Rp4.000,00

Pada suatu hari, demikian menurut yang punya cerita, Aleksander Agung ingin membangun ibu kota kerajaannya. Raja Makedonia, sebuah negara di daerah timur laut Yunani, ini semula bernama Aleksander III (356-323 SM). Ia meraja menggantikan ayahnya, Filipus II.Murid Aristoteles ini, di usia muda, 30 tahun, memimpin sebuah kekaisaran terbesar pada masa sejarah kuno. Wilayahnya membentang mulai dari Laut Ionia sampai Pegunungan Himalaya. Pada saat ia meninggal, luas wilayah yang... (TRIAS KUNCAHYONO)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 04
0
0
Rp4.000,00
Image

Kehadiran kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah atau NIIS di Libya mulai menjadi sorotan internasional ketika mereka menduduki kantor-kantor pemerintah di Sirte, Libya tengah, Februari ini. Jatuhnya kota tersebut menunjukkan NIIS sudah menjadi kekuatan politik dan militer berpengaruh di Libya. NIIS pun dapat dikatakan telah menjelma sebagai kekuatan politik dan militer ketiga di Libya, selain pemerintah Islamis yang berbasis di... (MUSTHAFA ABD RAHMAN)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 04
1
0
Rp4.000,00
Image

Hari Selasa, 17 Februari, seharusnya menjadi hari ulang tahun ke-4 yang manis untuk merayakan kemenangan revolusi Libya, revolusi yang menandai tergulingnya diktator Moammar Khadafy dan menawarkan harapan serta mimpi masa depan cerah.”Kami mengira, kami akan menjadi Dubai baru. Kami punya segalanya,” kata seorang aktivis muda di Libya, dikutip laman harian The Guardian. Namun, tak seorang pun di negeri itu... (MH SAMSUL HADI)

KOMPAS(Nasional) edisi Minggu, 22 Feb 2015

Hal. 04
0
1
Rp4.000,00
Lupa Password
Silakan masukan alamat E-mail Anda. Kami akan mengirimkan password baru ke E-mail tersebut
Email
Set Ulang Sandi berhasil
Kata sandi telah berhasil dikirim ke alamat E-mail Anda.