Menampilkan arsip Kompas hari ini lima tahun yang lalu.
Silakan masuk/daftar untuk mendapatkan arsip lebih lengkap.
Menemukan 170 data.
Image

Pejalan kaki melintas di trotoar di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, yang dilengkapi pagar, Selasa (18/11). Selain menjamin keamanan penggunanya, pagar tersebut juga mencegah warga menyeberang jalan di sembarang tempat. Namun, disayangkan, pagar juga menutup akses ke fasilitas zebra crossing. (WISNU WIDIANTORO)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 26
1
0
Rp0,00

Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno- Hatta, Okto Irianto, dan Wakil Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Subekti, Selasa (18/11), mengatakan, ada berbagai cara jaringan internasional memasukkan obat-obatan dan zat terlarang ke Indonesia. Modus klasik, yaitu menyembunyikan narkoba dalam dinding travel bag. (PIN)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 26
0
0
Rp4.000,00

Kita merasa janggal ketika Presiden Joko Widodo memerintahkan agar kapal-kapal asing pencuri ikan ditenggelamkan untuk memberikan efek jera. Untuk pertama kali, seorang presiden Indonesia memberikan arahan kebijakan menjaga kedaulatan wilayah lautnya berpikir dan ”akan bertindak” tanpa memperhatikan nilai dan norma hukum nasional serta internasional.Di sisi lain, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, Indonesia agar keluar dari G-20... (Rene L Pattiradjawane)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 08
0
0
Rp4.000,00

Indonesia menginginkan investasi asing yang tidak hanya menjadikan bangsa Indonesia sebagai pasar. Investor asing harus menjadikan Indonesia sebagai basis industri untuk memproduksi barang berorientasi ekspor. Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman menyampaikan hal itu seusai bertemu dengan pemimpin parlemen Korea Chung Uj-hwa seperti dilaporkan wartawan Kompas,Edna C Pattisina, dari Seoul, Korea Selatan, Selasa (18/11). Sebelumnya,... (Edna C Pattisina)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 19
0
0
Rp4.000,00
Image

Buruh pabrik memanfaatkan jasa penyeberangan perahu untuk menghemat waktu dan biaya menuju kawasan industri di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (18/11). (P RADITYA MAHENDRA YASA)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 19
1
0
Rp4.000,00

Tujuh anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi DKI Jakarta Periode 2014-2017 dikukuhkan oleh Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, Senin (17/11). Ketujuh komisioner itu, yaitu Ervan Ismail, Ramli Darmo Sirait, Hamdani Masil, Adil Quarta Anggoro, Leanika Tanjung, Ubaidillah, dan Muhammad Sulhi. (NEL)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 26
0
0
Rp4.000,00
Image

Suasana inspeksi mendadak stok elpiji ukuran 3 kilogram di Banda Aceh, Selasa (18/11). Elpiji ukuran 3 kilogram merupakan bakan bakar yang masih disubsidi pemerintah. (ADRIAN FAJRIANSYAH)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 19
1
0
Rp4.000,00
Image

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Tokyo, Selasa (18/11), mengumumkan akan mempercepat pemilu pada Desember dan menunda kenaikan pajak penjualan hingga April 2017. (Toru Hanai)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 08
1
0
Rp0,00
Image

Kredit macet di sektor perkebunan dan pertambangan cenderung bertambah. Bahkan, ada daerah yang kredit macetnya di sektor pertambangan mencapai 10 persen. Melemahnya permintaan dan harga komoditas di pasar global diduga jadi penyebabnya. Wakil Presiden Jusuf Kalla memaparkan, peningkatan kredit macet (NPL) itu tidak terkait dengan kegagalan analisis bank. ”Industri keuangan tidak berdiri sendiri. Dia terhubung dengan... (AHA)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 20
1
0
Rp4.000,00

Pengembang menempuh beragam cara untuk menyiasati dampak kenaikan harga bahan bakar minyak terhadap peningkatan biaya produksi rumah. Upaya itu dengan menekan keuntungan, menyesuaikan ukuran atau tipe rumah, dan mengurangi komponen penyelesaian bangunan.Hal itu dikemukakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (DPP-REI) Eddy Hussy serta Ketua DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) hasil... (LKT)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 20
0
0
Rp4.000,00

Korea Selatan, Selasa (18/11), mengumumkan pembentukan kementerian baru terkait keselamatan publik dan keamanan, yang bertanggung jawab mengawasi respons yang diambil dalam penanganan bencana di darat ataupun di laut. Kementerian dengan 10.000 orang ini mengambil alih tugas dan kewenangan yang dimiliki sejumlah unit di pemerintahan. Park In-yong, laksamana purnawirawan angkatan laut, ditunjuk menjadi menteri, sedangkan mantan jenderal... (DWA)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 08
0
0
Rp4.000,00

Narapidana pembunuh massal di Amerika Serikat, Charles Manson, yang telah berusia senja, 80 tahun, diizinkan menikah di penjara. Dia, menurut rencana, akan mengawini gadis berusia 26 tahun yang rutin mengunjunginya di penjara. Nama gadis itu adalah Afton Elaine Burton, yang dijuluki ”Slender Brunette” atau si langsing berambut coklat. ”Dia telah menerima izin menikah,” kata Departemen Lembaga Pemasyarakatan California, AS, Senin (17/11). Manson dihukum penjara seumur hidup dan sudah menjalani 40 tahun di penjara setelah membantai tujuh orang pada 1969. Salah satu korbannya adalah aktris Sharon Tate, istri sutradara Roman Polanski. Tate dibunuh saat sedang mengandung. Pembunuhan yang dilakukan Manson sangat menghebohkan AS. (AFP/CAL) (CAL)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 08
0
0
Rp4.000,00

Pertemuan negara-negara anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang dilangsungkan di Tiongkok tidak saja menyepakati hal-hal yang bersifat ekonomi, tetapi juga bersepakat membentuk wadah jejaring kerja sama antara lembaga otoritas anti korupsi dan lembaga penegakan hukum di kawasan yang dinamakan APEC Network of Anti-Corruption Authorities and Law Enforcement Agencies.Jejaring ini merupakan yang terkuat di kawasan Asia Pasifik untuk memberikan... (Jamin Ginting)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 07
0
0
Rp4.000,00

Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menekankan pembangunan sektor kemaritiman sebagai salah satu fokus Kabinet Kerja.Tampaknya blusukan menjadi ciri para anggota Kabinet Kerja, termasuk menteri yang berada di bawah koordinasi Menko Kemaritiman. Namun, sesungguhnya blusukan akan lebih efektif jika dibarengi dengan pemahaman komprehensif tentang peta kependudukan Indonesia.Tujuannya tentu saja untuk memperoleh gambaran secara jelas kondisi dan karakteristik... (Koalisi Kependudukan;Sonny Harry B Harmadi)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 07
0
0
Rp4.000,00

Pada Oktober lalu, FAO menerbitkan buku The State of Food and Agriculture 2014: Innovation in Family Farming. Buku itu mengulas peran penting pertanian keluarga.Saya menyebut pertanian skala kecil karena 75 persen lebih dari mereka menguasai lahan kurang dari 1 hektar. Meskipun menguasai lahan gurem, mereka berperan amat penting dalam memberantas kelaparan dan kemiskinan, serta ketahanan pangan dan gizi. Mereka meningkatkan mata pencarian,... (Khudori)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 07
0
0
Rp4.000,00
Image

Pengantar RedaksiPertimbangan gelar pahlawan nasional seyogianya tidak melulu perang. Banyak profesi lain pantas mendapatkan, seperti olahragawan, guru, atau pejuang kemanusiaan. Dengan demikian, kumpulan pahlawan nasional bisa menjadi album perjuangan bangsa yang mewakili golongan, agama, daerah, dan profesinya. Baca uraian Asvi Warman Adam, peneliti tamu di CSEAS Kyoto University, dalam ”Politik Pahlawan” di Kompas Siang, Rabu (19/11/2014).

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 07
1
0
Rp0,00

Saya penumpang rutin Kopaja AC P20. Setiap hari, saat saya pulang kerja di atas pukul 18.00, penjaga tiket Kopaja AC sudah tidak ada di halte bus transjakarta. Terpaksa saya harus membeli tiket dua kali: untuk bayar bus transjakarta Rp 3.500 dan untuk bayar Kopaja Rp 6.000.Ini akibat perseteruan manajemen Kopaja AC dan BLU Transjakarta. Konsumen kena getahnya, apalagi baru-baru ini tarif Kopaja AC dinaikkan dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.000.Pada... (Mohammad Tahir Saleh)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 07
0
0
Rp4.000,00

Pada 22 September 2014, saya memesan tiket pesawat melalui Asia Travel berdasarkan iklan lewat SMS ke 082214784345 dan 085318752345 atas nama Karjiman. Tanpa sadar saya mengikuti instruksi melalui telepon untuk mentransfer uang tiket kepada Karjiman dengan nomor rekening 1330002375 Bank Muamalat dan kepada Ida Rifadilah dengan nomor rekening Bank BRI 110601014431507. Ternyata ini penipuan. Situs web asiatravel.com hanya kamuflase. Saya mengharapkan kepolisian segera dapat menangkap sindikat penipuan ini dan berharap agar provider dapat memblokir semua SMS iklan gelap yang sangat mengganggu dan merugikan. (Tindra Yudono)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 07
0
0
Rp4.000,00

Dalam beberapa tahun ini saya berlangganan (pasca bayar) internet Indosat M2 untuk rumah. Nomor saya selaku pelanggan 120600000050. Akhir-akhir ini kualitas koneksi internet buruk: sering mati. Selama September 2014, koneksi terputus lima kali. Setiap kali mati, durasinya biasanya beberapa hari. Sebagai data pendukung, saya cantumkan nomor pengaduan saban terjadi koneksi terputus: 1 Oktober 2014 (nomor penerimaan pengaduan 3389329), 30 September 2014 (3389202), 16 September 2014 (3387740), 13 September 2014 (3387438), 3 September 2014 (3386101), dan 2 Juli 2014 (3381278). Menurut petugas Pelayanan Pelanggan (Saudara Donny atau Saudara Tio), penyebabnya adalah peralatan kurang baik. Katanya, Bagian Teknis akan menggantikannya dengan yang lebih sesuai. Yang mengherankan, pengaduan sudah cukup lama, mengapa peralatan tidak segera diganti atau diperbaiki? Sebagai pelanggan, saya sangat terganggu dan dirugikan. Pelanggan dituntut tertib disiplin membayar biaya berlangganan. Tarif Indosat M2 Rp 220.000 per bulan hanya untuk kecepatan 384 Kbps tanpa TV cable relatif mahal dibandingkan dengan provider lain. (Sugiarto Osaputra)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 07
0
0
Rp4.000,00
Image

Inspirasi bisa didapatkan di mana saja. Band Rocket Rockers memilih suasana pegunungan untuk mendapatkan inspirasi membuat sebuah album. Mereka memilih daerah Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sebagai tempat berkumpul dan berdiskusi. Baru-baru ini, band beranggotakan Aska (gitar/vokal), Bisma (bas), Ozom (drum), dan Lowp (gitar) ini meluncurkan album kelima, Merekam Jejak. ”Kami ingin mencoba sesuatu yang baru. Selama tiga hari di Pangalengan,... (SIE)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 19 Nov 2014

Hal. 32
1
0
Rp4.000,00
Lupa Password
Silakan masukan alamat E-mail Anda. Kami akan mengirimkan password baru ke E-mail tersebut
Email
Set Ulang Sandi berhasil
Kata sandi telah berhasil dikirim ke alamat E-mail Anda.