Tahun
Hingga
Lokasi
Jakarta (56)
Indonesia (50)
Bogor (6)
London (5)
New York (5)
Lainnya
  • Australia (4)
  • India (4)
  • Bandung (4)
  • Madrid (4)
  • Malaysia (4)
  • Thailand (3)
  • Barcelona (2)
  • Almaty (2)
  • Denmark (2)
  • Bangkok (2)
  • Liverpool (2)
  • Fuzhou (2)
  • Kazakhstan (2)
  • Brussels (2)
  • Houston (2)
  • Makassar (2)
  • Palembang (2)
  • Richmond (2)
  • Sunderland (2)
  • Surabaya (2)
Menampilkan arsip Kompas hari ini lima tahun yang lalu.
Silakan masuk/daftar untuk mendapatkan arsip lebih lengkap.
Menemukan 119 data.

Tim dokter Taman Nasional Way Kambas diturunkan untuk mengotopsi gajah Yongki. Sejumlah organ dalam Yongki menurut rencana akan dibawa ke Laboratorium Forensik Polri.”Proses pembedahan dan otopsi gajah Yongki sudah selesai. Menurut rencana, organ dalam Yongki akan dibawa ke Laboratorium Forensik Polri di Jakarta,” kata Kepala Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Timbul Batubara ketika dihubungi Kompas, Selasa... (GER)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 01
0
0
Rp4.000,00
Image

Sering tampil di film jenis komedi bagi artis kawakan Indrodjojo Kusumonegoro (57), atau dikenal sebagai Indro Warkop, bukan berarti dirinya tak perlu lagi menimba ilmu. Justru dia merasa tertantang untuk selalu belajar dan mengetahui hal-hal baru di dunia komedi yang digelutinya sejak kuliah.”Saya banyak belajar dari yunior saya. Usia dan pengalaman saya lebih banyak, tetapi tetap saja ada berbagai hal yang saya tidak tahu, dan dari mereka saya mendapat... (TIA)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 32
1
0
Rp4.000,00
Image
  • Image
  • Image
  • Image

Hargai Perbedaan Hari Idul Adha di IndonesiaMina, Kompas Suhu udara yang sangat panas, diperkirakan mencapai 45 derajat celsius pada siang hari, menguji jemaah calon haji yang melaksanakan tarwiyah di Mina, Arab Saudi, Selasa (22/9), sebelum wukuf di Arafah, Rabu ini. Suhu itu membuat sebagian besar dari mereka berada di tenda.Suhu yang panas itu membuat bagian atas telapak kaki langsung terasa terbakar ketika Kompas mengunjungi maktab-maktab jemaah... (DNE; B12; Rakaryan Sukarjaputra)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 15
3
0
Rp4.000,00

Tim Marinir menemukan dua lokasi pembalakan liar dalam dua pekan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Pembalakan diikuti pematokan lahan untuk ditanami menjadi kebun kelapa sawit.Kedua lokasi pembalakan liar itu ditemukan dalam hutan produksi Lalan di Kabupaten Musi Banyuasin dan Taman Nasional Sembilang di Kabupaten Banyuasin, Sumsel. ”Waktu dalam perjalanan memadamkan kebakaran, kami menemukan dua tempat... (IRE)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 15
0
0
Rp4.000,00
Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image

Pedagang cangkang ketupat menjamur menjelang Idul Adha di kawasan Pasar Peunayong, Banda Aceh, Aceh, Selasa (22/9). Cangkang ketupat itu dijual mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per ikat berisi 6-11 cangkang ketupat. (Adrian Fajriansyah)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 15
4
0
Rp4.000,00
Image

Beberapa pekan lalu di Kendari, Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam (48) bercerita tentang kisah sedihnya ketika masih hidup melarat di kampung kelahirannya di Konda, sekitar 19 kilometer dari Kendari, Sultra. Ini bukan cerita yang pertama.Pada usia 14 tahun saat duduk di kelas III SMP, ayahnya, Isrudin, menderita sakit. Saat itu juga Nur Alam, sebagai anggota Pramuka, terpilih mewakili provinsinya untuk mengikuti Jambore Nasional Pramuka di Cibubur, Jakarta.... (OSD)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 32
1
0
Rp4.000,00
Image

Sepuluh tahun tak terlihat di panggung musik, kuartet bersaudara asal Irlandia, The Corrs, memberikan kejutan menyenangkan. Pada akhir pekan lalu, mereka kembali pentas. Selain itu, mereka juga mengumumkan akan melepas album baru dua bulan lagi.Album berjudul White Light bakal mulai beredar pada 27 November 2015. Itu merupakan album studio kelima sejak kuartet bentukan tahun 1995 ini menuai sukses lewat album debut Forgiven, Not Forgotten. Kegemilangan mereka... (HEI)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 32
1
0
Rp4.000,00
Image
  • Image
  • Image

MARTHA TILAAR Sesaji Cinta Di usia ke-78, Martha Tilaar merasa hidupnya belum lengkap tanpa memberikan sesaji cinta bagi tanah kelahirannya. Melalui Roemah Martha Tilaar, perempuan kelahiran Gombong, Kabupaten Kebumen, itu berbagi ilmu untuk mengembangkan sumber daya manusia dan kehidupan warga di kota kecil di Jawa Tengah bagian selatan tersebut. ”Rumah ini dulu menjadi tempat pengobatan bagi tentara-tentara Indonesia. Setiap pagi, kakek yang keturunan Tionghoa menyediakan makanan yang... (GRE)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 32
2
0
Rp4.000,00

Inter Milan berpeluang besar menyamai rekor menang 100 persen di lima laga awal Liga Italia Serie-A seperti yang mereka raih hampir setengah abad silam. Inter akan menjamu Hellas Verona di Stadion Giuseppe Meazza pada pekan kelima Serie-A, Rabu (23/9). ”Il Nerazzurri” tampil meyakinkan di Serie-A sejauh ini. Mereka adalah satu-satunya tim yang belum pernah kehilangan poin di empat laga. Meskipun banyak diperkuat pemain... (JON)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 31
0
0
Rp4.000,00
Image

Rodhial Huda (48) adalah kebalikan atas semua pandangan umum tentang nelayan di Indonesia. Berkulit kuning langsat dan selalu rapi, punya teman akrab dari berbagai benua, punya perpustakaan pribadi dengan koleksi beragam jenis buku, ayah empat anak itu selalu bangga saat memperkenalkan diri sebagai nelayan. ”Saya ingin semua nelayan bangga dengan profesi mereka. Anak- anak nelayan tidak segan menyebut pekerjaan orangtua mereka dan... (Kris Razianto Mada)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 16
1
0
Rp4.000,00

Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, berpolitik, termasuk mengikuti pemilihan kepala daerah, bertujuan untuk membayar utang kepada masyarakat dengan melayani rakyat dan daerah jika memenangi pilkada. Wapres mencontohkan, dirinya dan Surya Paloh, Ketua Umum Partai Nasdem, sudah banyak menerima dari Indonesia dan kini berpolitik untuk membayar utang kepada masyarakat.”Berpolitik dan memimpin itu untuk memajukan... (ONG)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 02
0
0
Rp4.000,00

Selama hampir 500 tahun, aktivitas global dalam politik, ekonomi, perdagangan, dan sosial-budaya terkonsentrasi di Lautan Atlantik, menghubungkan Amerika Utara dan benua Eropa. Pada abad ke-21, keseluruhan aktivitas global bergeser ke Lautan Teduh, nama yang diberikan penjelajah Portugis, Ferdinand Magellan, bagi Samudra Pasifik pada 1520. Pergeseran geopolitik global ke Pasifik ditandai kunjungan kenegaraan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping ke Amerika Serikat hari ini untuk bertemu Presiden AS Barack Obama. Agenda Xi Jinping di AS termasuk pidato di depan sidang PBB merayakan berdirinya 70 tahun organisasi dunia tersebut. (Rene L Pattiradjawane)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 08
0
0
Rp4.000,00

Tiga partai politik oposisi Malaysia secara resmi mengumumkan langkah persekutuan mereka, Selasa (22/9). Upaya aliansi itu dilakukan untuk melawan pemerintahan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang belakangan disorot lantaran diduga terkait banyak skandal korupsi. Mengutip laman berita The Economic Times, persekutuan partai-partai oposisi kali ini tanpa mengikutsertakan partai politik Islam utama (PAS). Persekutuan parpol oposisi itu dipimpin Wan Azizah Ismail, istri tokoh oposisi terkenal, Anwar Ibrahim, yang dinamai Pakatan Harapan atau Aliansi Harapan. (DWA; CAL)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 08
0
0
Rp4.000,00
Image
  • Image
  • Image

Para menteri dalam negeri negara-negara Uni Eropa, Selasa (22/9), mengadakan pertemuan darurat membahas migran di Brussels guna menjembatani perbedaan yang masih terjadi. Seperti pertemuan sebelumnya, diperkirakan konsensus akan sulit dicapai. Ceko, misalnya, menyatakan akan tetap menolak sistem kuota wajib. Pertemuan yang dibuka pada Selasa siang waktu setempat itu akan menjadi landasan bagi pertemuan Rabu ini yang akan dihadiri 28 kepala negara dan kepala pemerintahan Uni Eropa. (RET)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 08
2
0
Rp4.000,00
Image

San Mames menjadi mimpi buruk bagi Rafael Benitez. Pelatih Real Madrid itu belum pernah menang dalam tujuh kunjungan ke markas Athletic Bilbao itu. Benitez berambisi mengakhiri kutukan di San Mames bersama skuad ”Galacticos”, Kamis (24/9) pukul 02.00 WIB. Benitez empat kali kalah dan tiga kali imbang di San Mames lama dan San Mames baru. Valladolid, Extremadura, Valencia, dan Napoli yang dibawa... (ANG)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 31
1
0
Rp4.000,00

Harian The New York Times, Selasa (22/9), menyatakan bahwa mereka tidak mencetak The New York Times edisi lokal di Thailand karena memuat artikel mengenai kesehatan Raja Thailand Bhumibol Adulyadej di halaman depan harian tersebut pada Selasa. Kondisi Raja Bhumibol yang kini berusia 87 tahun dan sedang menderita sakit tersebut merupakan topik yang kontroversial di Thailand. Monarki atau Kerajaan Thailand dilindungi hukum lese majeste yang merupakan hukum terberat di dunia. (LOK)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 08
0
0
Rp4.000,00

Pertumbuhan kredit industri perbankan terus melambat sejak akhir 2013 yang mencerminkan kelesuan perekonomian Indonesia. Kenaikan pertumbuhan kredit industri perbankan selama setahun per Agustus 2015 menjadi 10,9 persen seperti meniupkan harapan baru, perekonomian akan berangsur pulih. Kredit industri perbankan umum Indonesia sempat tumbuh 21,79 persen dalam setahun dari Rp 2.725,67 triliun menjadi Rp 3.319,84 triliun pada akhir 2013. Namun, pertumbuhan... (A Handoko)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 17
0
0
Rp4.000,00

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Adhi Karya (Persero) Tbk di Jakarta, Selasa (22/9), menyepakati peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor perseroan melalui Penawaran Umum Terbatas I (PUT l) dengan penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD/rights issue) sebanyak 1,76 miliar saham. Dengan harga penawaran Rp 1.560 per saham, emiten BUMN konstruksi itu menargetkan perolehan tambahan modal senilai Rp... (BEN; NAD)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 18
0
0
Rp4.000,00

Badan Perlindungan Konsumen Nasional berharap pemerintah memiliki komitmen kuat mengawasi bahan baku dan produk impor. Pengawasan itu perlu difokuskan pada produk impor yang berpotensi merugikan konsumen, produsen pangan, dan sektor industri.Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional Ardiansyah Parman, Selasa (22/9), di Jakarta, mengatakan, penghapusan rekomendasi impor, verifikasi penyurvei, dan... (HEN; CAS)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 18
0
0
Rp4.000,00

Terbitnya Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana memberikan angin segar bagi konsumen Indonesia. Melalui regulasi tersebut, konsumen bisa cepat mendapatkan kepastian hukum karena sengketa itu dapat diselesaikan dalam tempo 25 hari.”Dalam konteks dunia usaha, konsumen yang dirugikan atas suatu produk dengan nilai kerugian di bawah Rp 200 juta bisa menyelesaikannya... (NAD; HEN; B06)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 18
0
0
Rp4.000,00

Panasonic mempersiapkan secara khusus penguatan basis di Indonesia melalui pengembangan ekspansi produk lokal yang diadaptasi dari teknologi Jepang. ”Selain itu, dengan meningkatkan produksi di Indonesia untuk kebutuhan ekspor di kawasan regional,” kata Managing Director Panasonic Appliances Marketing Asia Pacific Yuji Majima pada peluncuran Panasonic Glass Door Refrigerator, di Jakarta, Selasa (22/9). Menurut Majima, salah satu bisnis utama... (CAS)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 18
0
0
Rp4.000,00

Memasukkan dimensi sosial dalam globalisasi pasar dunia menjadi hal penting untuk mencegah pelanggaran hak asasi manusia. Pasalnya, globalisasi yang kini terjadi dan masih akan terus berlangsung adalah hasil dari eksploitasi, eksklusi, dan pengusiran.”Globalisasi mungkin tampak tidak bisa dielakkan, globalisasi juga mungkin tidak akan dipersepsikan sebagai kekuatan jahat. Namun, dalam bentuknya saat... (APA)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 03
0
0
Rp4.000,00
Image

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Selasa (22/9), mulai diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Mantan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat itu didakwa dalam tiga kasus, yaitu mengunakan dana operasional menteri untuk kepentingan pribadi, memaksa bawahan mengumpulkan dana ilegal, dan menerima gratifikasiTak banyak pengunjung yang menghadiri sidang perdana Jero yang... (FAJ)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 03
1
0
Rp4.000,00

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia diharapkan membentuk tim khusus untuk menelusuri kondisi lembaga pemasyarakatan, khususnya pelaksanaan pengawasan narapidana untuk mencegah terulangnya kasus Gayus HP Tambunan. Kasus Gayus dikhawatirkan hanya merupakan puncak gunung es dari fenomena-fenomena serupa.”Ini baru kasus korupsi, bagaimana dengan kasus lain, seperti bandar narkoba dan sebagainya. Pemerintah harus melihat ini dengan... (SEM; B06)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 03
0
0
Rp4.000,00

Komisi Pemberantasan Korupsi belum dapat menyimpulkan apakah dugaan penerimaan perabot rumah tangga yang diduga diterima Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soewandi dari Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino termasuk dalam bentuk gratifikasi atau tidak.Namun, Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono, Selasa (22/9), memastikan, sepanjang tahun ini KPK belum pernah menerima laporan penerimaan gratifikasi dari Rini selaku... (BIL; FER)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 03
0
0
Rp4.000,00
Image

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini beserta rombongan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9). Dalam pertemuan ini, Haedar kembali menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila.Muhammadiyah mengusung semangat Islam... (NDY)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 04
1
0
Rp4.000,00

Pasangan calon yang berkompetisi dalam pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember 2015 banyak yang memakai media sosial untuk berkampanye. Selain relatif murah, media sosial juga dinilai efektif untuk menjangkau pemilih yang tidak terjangkau dengan kampanye tatap muka.Tiga pasangan calon yang akan mengikuti Pilkada Kota Semarang, Jawa Tengah, yaitu Soemarmo-Zuber Safawi, Hendrar Prihadi-Hevearita... (UTI; CHE; DEN; RWN; KOR)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 04
0
0
Rp4.000,00

Sebanyak 10.000 nelayan di pesisir selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, belum memiliki jaminan asuransi. Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat setiap tahun 10-15 nelayan Cilacap menjadi korban kecelakaan laut. Data Kantor Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cilacap menyebutkan, dari sekitar 17.000 nelayan yang terdaftar sebagai anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia... (GRE)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 21
0
0
Rp4.000,00
Image

Perajin menyelesaikan pembuatan perangkat gamelan di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (22/9). Seperangkat gamelan lengkap membutuhkan waktu pembuatan sebulan, dan dihargai Rp 400 juta. Kemampuan mereka merupakan keahlian secara turun-temurun. (P Raditya Mahendra Yasa)

KOMPAS(Nasional) edisi Rabu, 23 Sep 2015

Hal. 21
1
0
Rp4.000,00
Lupa Password
Silakan masukan alamat E-mail Anda. Kami akan mengirimkan password baru ke E-mail tersebut
Email
Set Ulang Sandi berhasil
Kata sandi telah berhasil dikirim ke alamat E-mail Anda.