Piala Dunia Qatar: Muncul Kontroversi Perayaan Pesta Bola

KOMPAS edisi Kamis 9 Desember 2010 Halaman: 31 Penulis: ang

Piala Dunia Qatar: Muncul Kontroversi Perayaan Pesta Bola

Piala Dunia Qatar

MUNCUL KONTROVERSI PERAYAAN PESTA BOLA

Abu Dhabi, selasa

Panitia penyelenggara Piala Dunia FIFA membantah pemberitaan di media massa lokal di Qatar yang menyebutkan ada larangan untuk minuman beralkohol dan berciuman di ruang publik selama Piala Dunia 2022. Laporan yang diturunkan oleh surat kabar Emarat Al-Yom pada Senin itu juga menyebutkan suporter dari luar negeri akan diberi selebaran untuk menghormati umat Muslim.

Aturan dalam selebaran itu dibuat dalam bahasa Inggris dan Arab yang menyebutkan sejumlah larangan termasuk mengonsumsi minuman beralkohol, berciuman di tempat umum dan menggunakan obat-obatan terlarang.

"Tidak, saya belum mendengar apa pun tentang hal ini," ujar Presiden Asosiasi Sepak Bola Uni Emirat Arab Mohammed Khalfan al- Rumaithi, Selasa (7/12).

Ia menjelaskan, seluruh jenis obat-obatan terlarang memang diharamkan di Uni Emirat Arab, tetapi minuman beralkohol banyak tersedia di bar dan restoran yang berada di dalam hotel.

Surat kabar Emarat Al-Yom itu mengutip juru bicara panitia penyelenggara Piala Dunia, Shaza al-Rumaithy, yang mengatakan, "Kami adalah negara Muslim yang memiliki norma dan tradisi tersendiri yang harus dijaga. Hal seperti ini seharusnya tidak membuat marah suporter dari luar negeri."

Shaza menambahi, FIFA juga mendukung batasan-batasan itu pada negara penyelenggara turnamen internasional. Salah satu gelaran kelas dunia yang digelar di Abu Dhabi pada Rabu ini adalah Piala Dunia Antarklub. Juara bertahan Liga Champions Inter Milan dan Seongnam Ilhwa dari Korea Selatan ikut ambil bagian dalam turnamen itu.

FIFA dikritik

Terkait dengan pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 yang jatuh pada Rusia dan Qatar, sejumlah pihak mengkritik sistem pemilihan yang dilakukan oleh FIFA terlalu tertutup dan terbuka peluang untuk korupsi.

Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke membantah tuduhan itu dan menegaskan bahwa pemungutan suara dilakukan dengan sangat terbuka.

"Saya katakan bahwa kami melakukan pemungutan suara dengan sangat terbuka," ujar Valcke yang sedang berada di Abu Dhabi untuk mengikuti pembukaan Piala Dunia Antarklub.

Valcke menambahi, FIFA belum memutuskan apakah akan mengubah atau mempertahankan sistem pemilihan itu.

FIFA menetapkan Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 mengalahkan Inggris, Belgia-Belanda, dan Spanyol-Portugal. Qatar, yang sebelumnya dikritik oleh FIFA karena cuaca yang panas dan merupakan negara kecil, juga terpilih menjadi tuan rumah 2022. Qatar mengalahkan Australia, Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Hasil pemungutan suara itu mengejutkan, terutama bagi Inggris dan Amerika Serikat. FIFA kemudian dituding terlalu tertutup sehingga terbuka peluang untuk korupsi.(AFP/AP/ANG)

Cara Penggunaan Artikel

  1. Penggunaan artikel wajib mencantumkan kredit atas nama penulis dengan format: ‘Kompas/Penulis Artikel’.
  2. Penggunaan artikel wajib mencantumkan sumber edisi dengan format: ‘Kompas, tanggal-bulan-tahun’.
  3. Artikel yang digunakan oleh pelanggan untuk kepentingan komersial harus mendapatkan persetujuan dari Kompas.
  4. Artikel tidak boleh digunakan sebagai sarana/materi kegiatan atau tindakan yang melanggar norma hukum, sosial, SARA, dan mengandung unsur pelecehan/ pornografi/ pornoaksi/ diskriminasi.
  5. Pelanggan tidak boleh mengubah, memperbanyak, mengalihwujudkan, memindahtangankan, memperjualbelikan artikel tanpa persetujuan dari Kompas.

Cara Penggunaan Infografik Berita

  1. Penggunaan infografik berita wajib mencantumkan kredit atas nama desainer grafis dengan format: ‘Kompas/Desainer Grafis’.
  2. Penggunaan infografik berita wajib mencantumkan sumber edisi dengan format: ‘Kompas, tanggal-bulan-tahun’.
  3. Infografik Berita tidak boleh digunakan sebagai sarana/materi kegiatan atau tindakan yang melanggar norma hukum, sosial, SARA, dan mengandung unsur pelecehan/ pornografi/ pornoaksi/ diskriminasi.
  4. Data/informasi yang tertera pada infografik berita valid pada waktu dipublikasikan pertama kali, jika ada perubahan atau pembaruan data oleh sumber di luar Kompas bukan tanggungjawab Kompas.
  5. Pelanggan tidak boleh mengubah, memperbanyak, mengalihwujudkan, memindahtangankan, memperjual-belikan infografik berita tanpa persetujuan dari Kompas.
Lupa Password
Silakan masukan alamat E-mail Anda. Kami akan mengirimkan password baru ke E-mail tersebut
Email
Set Ulang Sandi berhasil
Kata sandi telah berhasil dikirim ke alamat E-mail Anda.