Pesawat Lion Air Pecah Ban di Bandara Hasanuddin * Helikopter Jatuh di Banda Aceh

KOMPAS edisi Sabtu 7 Mei 2005 Halaman: 20 Penulis: ful; ryo; rei
Foto ke-1 dari 1

Kliping_2045261_20-1a.pdf

"> ">KOMPAS

Pesawat Lion Air Pecah Ban di Bandara Hasanuddin * Helikopter Jatuh di Banda Aceh

PESAWAT LION AIR PECAH BAN DI BANDARA HASANUDDIN

* Helikopter Jatuh di Banda Aceh

Makassar, Kompas

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 778 Jakarta-Manado mengalami pecah ban saat mendarat untuk transit di Bandara Hasanuddin, Makassar, sekitar pukul 10.42 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sejumlah penerbangan terganggu. Peristiwa ini merupakan kecelakaan pesawat kelima kalinya di Bandara Hasanuddin dalam dua tahun terakhir.

Sementara di Banda Aceh, pesawat helikopter yang ditengarai milik Malaysia, yang mengangkut lima penumpang dengan dua awak pesawat, pada Jumat (6/5) sekitar pukul 08.56 terempas di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, sesaat setelah lepas landas. Seluruh awak pesawat dan penumpang dilaporkan selamat.

Pesawat Lion Air jenis MD 82 sekitar pukul 10.42 Wita mendarat di runway 13 dengan kondisi dua ban pecah. Ade Arin Noenoehitoe, staf Hubungan Masyarakat PT Angkasa Pura I Hasanuddin, Makassar, mengatakan, pesawat berhenti sekitar 2.000 meter dari runway 13 dan evakuasi 153 penumpang langsung dilakukan.

Dari sejumlah foto kondisi ban yang diambil petugas PT Angkasa Pura I saat teknisi Lion Air melakukan penggantian ban, tampak dua ban depan pesawat itu robek di hampir semua lingkarannya. Material ban yang hancur tercecer di sepanjang landasan pacu.

Akibat insiden tersebut sedikitnya empat penerbangan dibatalkan dan tiga penerbangan yang akan mendarat di Bandara Hasanuddin dialihkan ke bandara lain. Bandara normal kembali sekitar pukul 12.24.

Penerbangan yang dibatalkan yaitu Garuda Indonesia GA-633 (Makassar-Jakarta), Mandala Airlines RI-660 (Jakarta-Makassar-Ambon), Pelita Air Service 6D-872 (Makassar-Sorong), dan 6D-836 (Makassar- Ternate).

Penerbangan yang dialihkan yaitu Lion Air JT-786 (Surabaya- Makassar) dialihkan ke Balikpapan pukul 11.15, Batavia Air 7P-842 (Biak-Makassar) ke Balikpapan pukul 11.14, dan Garuda Indonesia GA- 651 (Biak-Makassar) ke Denpasar.

Saat dikonfirmasi, Public Relation Manager Lion Air Hasym Arsal Alhabsi menolak dugaan penyebab ban pecah adalah karena ban sudah tua. Ia mengatakan, Lion Air selalu memeriksa kondisi ban pesawat secara berkala maupun sebelum penerbangan.

Hasym menduga ban pecah karena tersentuh benda keras di landasan pacu. "Baru kali ini terjadi dua ban depan pecah sekaligus. Ini tidak mungkin terjadi kalau tidak ada benda keras yang bersentuhan dengan ban," kata Hasym. Dia meminta PT Angkasa Pura I segera memperbaiki landasan pacu, mengingat banyaknya insiden kecelakaan pesawat di Bandara Hasanuddin.

Ditanya soal kondisi landasan pacu bandara, Ade Arin tidak bersedia berkomentar. Ia mengatakan, insiden ini akan diselidiki Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT).

Baru tinggal landas

Sementara di Banda Aceh, dari pengamatan Kompas di Bandara Sultan Iskandar Muda, helikopter milik Malaysia untuk kegiatan kemanusiaan Internasional Federation of The Red Cross Crescent (IFRCC) jatuh 49,4 meter sebelah barat landasan pacu.

Peristiwa terjadi sesaat setelah helikopter tinggal landas dengan tujuan Sibolga. Helikopter dengan nomor registrasi 9M-AVQ itu terlihat tidak mengalami rusak berat.

Kepala Divisi Operasional dan Telekomunikasi Bandara Sultan Iskandar Muda, Raden Putra, kepada Kompas di Lapangan Udara Blang Bintang mengatakan, penyebab jatuhnya helikopter dengan pilot Kapten Penerbang Suhaimi itu belum diketahui dan masih dalam penyelidikan. Saat itu cuaca di sekitar bandara cukup baik walau angin di Kota Banda Aceh agak kencang.

Peristiwa itu tidak mengganggu aktivitas penerbangan. Beberapa penerbangan ekstra antara lain mengangkut beberapa pejabat tinggi negara, seperti Alwi Shihab, AM Fatwa, dan rombongan PMI yang dipimpin Mar'ie Muhammad. (FUL/RYO/REI)

Foto: 1 Antara/Heru Dwi S

HELI JATUH - Helikopter bernomor registrasi 9M-AVQ terempas sesaat setelah lepas landas dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, menuju Bandara Sibolga, Sumatera Utara, Jumat (6/5) pukul 08.56. Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.

Image: Data Kecelakaan Pesawat Terbang

Cara Penggunaan Artikel

  1. Penggunaan artikel wajib mencantumkan kredit atas nama penulis dengan format: ‘Kompas/Penulis Artikel’.
  2. Penggunaan artikel wajib mencantumkan sumber edisi dengan format: ‘Kompas, tanggal-bulan-tahun’.
  3. Artikel yang digunakan oleh pelanggan untuk kepentingan komersial harus mendapatkan persetujuan dari Kompas.
  4. Artikel tidak boleh digunakan sebagai sarana/materi kegiatan atau tindakan yang melanggar norma hukum, sosial, SARA, dan mengandung unsur pelecehan/ pornografi/ pornoaksi/ diskriminasi.
  5. Pelanggan tidak boleh mengubah, memperbanyak, mengalihwujudkan, memindahtangankan, memperjualbelikan artikel tanpa persetujuan dari Kompas.

Cara Penggunaan Infografik Berita

  1. Penggunaan infografik berita wajib mencantumkan kredit atas nama desainer grafis dengan format: ‘Kompas/Desainer Grafis’.
  2. Penggunaan infografik berita wajib mencantumkan sumber edisi dengan format: ‘Kompas, tanggal-bulan-tahun’.
  3. Infografik Berita tidak boleh digunakan sebagai sarana/materi kegiatan atau tindakan yang melanggar norma hukum, sosial, SARA, dan mengandung unsur pelecehan/ pornografi/ pornoaksi/ diskriminasi.
  4. Data/informasi yang tertera pada infografik berita valid pada waktu dipublikasikan pertama kali, jika ada perubahan atau pembaruan data oleh sumber di luar Kompas bukan tanggungjawab Kompas.
  5. Pelanggan tidak boleh mengubah, memperbanyak, mengalihwujudkan, memindahtangankan, memperjual-belikan infografik berita tanpa persetujuan dari Kompas.
Lupa Password
Silakan masukan alamat E-mail Anda. Kami akan mengirimkan password baru ke E-mail tersebut
Email
Set Ulang Sandi berhasil
Kata sandi telah berhasil dikirim ke alamat E-mail Anda.