Harga BBM Naik: PLN WS2JB Akan Rugi Rp 420 Miliar

KOMPAS Sumbagsel edisi Selasa 6 September 2005 Halaman: 28 Penulis: eca

Harga BBM Naik: PLN WS2JB Akan Rugi Rp 420 Miliar

Harga BBM Naik

PLN WS2JB AKAN RUGI RP 420 MILIAR

Palembang, Kompas

PT PLN Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu, atau WS2JB, diperkirakan akan rugi sekitar Rp 420 miliar sampai dengan akhir tahun 2005 jika pemerintah jadi menaikkan harga BBM. Kenaikan harga akan memukul PLN karena beberapa pembangkit listrik tenaga diesel masih dioperasikan untuk menambah sekitar 10 persen daya listrik pada saat beban puncak.

Menurut Manajer Niaga PT PLN WS2JB Jayatas Utama di Palembang, Senin (5/9), masih tingginya ketergantungan PLN terhadap bahan bakar minyak (BBM) akan meningkatkan total biaya produksi listrik, dari Rp 800 per kilowatt jam menjadi Rp 850 per kilowatt jam. Padahal, rata- rata harga jual listrik Rp 550 per kilowatt jam.

Jayatas mengatakan, harga penjualan yang tidak sesuai dengan biaya produksi itu yang menyebabkan kerugian PLN akan membesar. Perkiraan jumlah kerugian tahun 2005 ini akan lebih tinggi 20 persen daripada kerugian PLN WS2JB pada tahun 2004, yaitu Rp 350 miliar.

Menghadapi kemungkinan kerugian itu, ungkap Jayatas, PLN memberi dua pilihan bagi pemerintah, menaikkan harga jual listrik sampai dengan 25 persen atau pemerintah menambah subsidi bagi tarif dasar listrik. Kedua pilihan itu kini sedang dirapatkan pemerintah dan DPR. "Pilihan yang paling meringankan masyarakat adalah menambah subsidi tarif dasar listrik. Namun, pilihan ini cukup berat karena kondisi keuangan pemerintah juga sedang buruk," kata Jayatas.

Manajer PLN Cabang Palembang Syafri Jamil mengatakan, kerugian PLN juga disebabkan masih adanya tunggakan dan pencurian listrik dari para pelanggan. Tunggakan yang dialami oleh PLN Palembang mencapai Rp 22 miliar. Sementara kehilangan listrik akibat pencurian mencapai 12 persen dari total yang didistribusikan.

Sementara itu, pasokan listrik ke Sumatera bagian selatan dan Sumatera Barat berkurang karena air di Danau Singkarak, yang menjadi penggerak PLTA Singkarak, surut pada musim kemarau. Pasokan dari PLTA Singkarak berkurang sekitar 16 megawatt.(eca)

Cara Penggunaan Artikel

  1. Penggunaan artikel wajib mencantumkan kredit atas nama penulis dengan format: ‘Kompas/Penulis Artikel’.
  2. Penggunaan artikel wajib mencantumkan sumber edisi dengan format: ‘Kompas, tanggal-bulan-tahun’.
  3. Artikel yang digunakan oleh pelanggan untuk kepentingan komersial harus mendapatkan persetujuan dari Kompas.
  4. Artikel tidak boleh digunakan sebagai sarana/materi kegiatan atau tindakan yang melanggar norma hukum, sosial, SARA, dan mengandung unsur pelecehan/ pornografi/ pornoaksi/ diskriminasi.
  5. Pelanggan tidak boleh mengubah, memperbanyak, mengalihwujudkan, memindahtangankan, memperjualbelikan artikel tanpa persetujuan dari Kompas.

Cara Penggunaan Infografik Berita

  1. Penggunaan infografik berita wajib mencantumkan kredit atas nama desainer grafis dengan format: ‘Kompas/Desainer Grafis’.
  2. Penggunaan infografik berita wajib mencantumkan sumber edisi dengan format: ‘Kompas, tanggal-bulan-tahun’.
  3. Infografik Berita tidak boleh digunakan sebagai sarana/materi kegiatan atau tindakan yang melanggar norma hukum, sosial, SARA, dan mengandung unsur pelecehan/ pornografi/ pornoaksi/ diskriminasi.
  4. Data/informasi yang tertera pada infografik berita valid pada waktu dipublikasikan pertama kali, jika ada perubahan atau pembaruan data oleh sumber di luar Kompas bukan tanggungjawab Kompas.
  5. Pelanggan tidak boleh mengubah, memperbanyak, mengalihwujudkan, memindahtangankan, memperjual-belikan infografik berita tanpa persetujuan dari Kompas.
Lupa Password
Silakan masukan alamat E-mail Anda. Kami akan mengirimkan password baru ke E-mail tersebut
Email
Set Ulang Sandi berhasil
Kata sandi telah berhasil dikirim ke alamat E-mail Anda.